Rector Notes

Sebuah perumpamaan

Rector Notes No. 87

Ada sebuah perumpamaan yang mengatakan bahwa pohon tidak akan tumbuh baik/subur jika ia berada di bawah pohon beringin yang rindang. Ia akan tetap kerdil dan bisa jadi lama kelamaan akan mati. Memang enak hidup dibawah pohon beringin. Salah satunya akan terjauh dari teriknya sinarĀ 

matahari. Namun, teriknya matahari memang harus dihadapi. Bahkan bagi sebuah pohon, sinar matahari justru sangat diperlukan bagi pertumbuhan tanaman tersebut.

Maka sebelum pohon kecil tersebut mati dan tidak memberikan manfaat misalnya berbunga atau berbuah, ia perlu dipindahkan ke ruang dan tempat yang lebih baik.

Jika kita berposisi sebagai pohon kecil, sadarilah bahwa setiap kita memiliki potensi yang besar untuk tumbuh dan berkembang. Setiap kita dibekali oleh jiwa kepemimpinan. Jangan terlalu lama mengekor pada orang lain. Ambillah banyak pelajaran dan pengalaman penting dari orang tersebut untuk pengembangan diri. Keluar dari zona nyaman memang selalu tidak mengenakan. Namun, sebuah perjalanan panjang selalu dimulai dari langkah pertama.

Jika kita berposisi sebagai pohon beringin, maka ikhlaskanlah pohon yang kecil tadi untuk tumbuh dan berkembang di samping atau ditempat lain yang lebih baik dari kita. Bahkan akan lebih baik jika kita mendorong dan menyemangatinya. Memberikan banyak kemudahan dan ruang jalan untuk perkembangannya.

Seorang pemimpin memang harus memiliki keberanian dalam mengambil keputusan dan risiko. Dan seorang pemimpin harus juga memiliki keikhlasan untuk dipimpin. Tergantung peranan dan posisinya dalam sebuah tatanan kemasyarakatan.

Dan yang terpenting, seorang pemimpin ketika berada di depan ia harus memberikan panutan yang baik, ketika di tengah ia memberikan semangat dan ketika di belakang ia harus memberikan dorongan. In syaa Allah, dengan begitu ia akan dicintai dan diingat oleh orang yang dipimpinnya sehingga apa yang menjadi tujuan dan visi bersama dapat tercapai. Sebuah nasehat untuk diri saya sendiri.