News

Selamat, Dosen UTS Masuk 15 Besar Peneliti Terbaik Indonesia

SUMBAWA-Prestasi membanggakan ditorehkan dosen Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS). ”Dosen kami masuk 15 besar dan tentu saya sangat senang,” kata Rektor UTS Chairul Hudaya, pada Lombok Post kemarin (11/6/2020).

 

Dosen UTS Muhammad Hilmy Alfaruqi dari Prodi Teknik Metalurgi, masuk Daftar 500 Peneliti Terbaik di Indonesia, berdasarkan Science and Technology Index (SINTA) 2020. Diumumkan secara virtual oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) Prof Bambang PS Brodjonegoro 28 Mei lalu.

Dirinya patut bangga, pria bergelar doktor itu, sejajar dengan dosen dari kampus-kampus besar lainnya. Hilmy mampu bersaing dengan 194 ribu peneliti seluruh Indonesia. Dengan bidang penelitian material piranti penyimpanan energi, yaitu aplikasinya untuk baterai.

Hilmy telah memiliki 38 publikasi internasional dengan berbagai penghargaan internasional dan proyek penelitian di Korea Selatan. ”Saat ini, pak doktor sedang berada di sana, menyelesaiakan postdoctoral-nya,” jelas dia.

Chairul bahkan menyebut, Hilmy bukan hanya berkontribusi sebagai peneliti. Namun kiprahnya yang cemerlang di negeri ginseng, membuka jalan bagi alumni UTS melanjutkan pendidikan.

 

 

Dirinya patut bangga, pria bergelar doktor itu, sejajar dengan dosen dari kampus-kampus besar lainnya. Hilmy mampu bersaing dengan 194 ribu peneliti seluruh Indonesia. Dengan bidang penelitian material piranti penyimpanan energi, yaitu aplikasinya untuk baterai.

Hilmy telah memiliki 38 publikasi internasional dengan berbagai penghargaan internasional dan proyek penelitian di Korea Selatan. ”Saat ini, pak doktor sedang berada di sana, menyelesaiakan postdoctoral-nya,” jelas dia.

Chairul bahkan menyebut, Hilmy bukan hanya berkontribusi sebagai peneliti. Namun kiprahnya yang cemerlang di negeri ginseng, membuka jalan bagi alumni UTS melanjutkan pendidikan.

”Beberapa alumni kami, diberikan akses belajar di Korea Selatan ambil S2 dan S3, merekomendasikan nama-nama alumni kami di laboratorium agar bisa melanjutkan pendidikan,” terangnya.

Prestasi tersebut diharap menginspirasi dosen UTS yang lain. ”Saya yakin, dosen-dosen saya mampu untuk itu,” imbuhnya.

Hingga pertengahan tahun, UTS telah mengantongi dua capaian prestisius dari Kemenristek/BRIN. Proposal yang diketuai Putri Reno Kumala Sari, dengan ide Gig economy Vs Covid-19, masuk 17 besar tim pemenang Ideathon Indonesia 2020. ”Pemerintah mengajak peneliti, doktor hingga profesor yang ada di Indonesia, untuk sama-sama berpartisipasi mengatasi pandemi Covid-19,” jelasnya.

Pihaknya berharap, apa yang menjadi visi misi UTS, membumi dan mendunia bisa tercapai. ”Prestasi ini bukan hanya untuk kampus juga, tetapi mengangkat nama baik daerah,” tandasnya. (yun/r9)






Sumber berita    :lombokpost.jawapos.com