Rektor Note

MXGP Samota dan Kebangkitan Ekonomi Sumbawa

Rector Notes No. 363

.

Kamis lalu, Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi/Tuan Guru Bajang (TGB), Gubernur NTB 2 periode (2008-2018) dan Ketua Umum PB NWDI saat memberikan Kuliah Umum di hadapan para mahasiswa dan dosen UTS, berkisah. Ia mengenang saat 9 tahun lalu, ketika bersama Dr. Zulkieflimansyah meletakkan batu pertama di kaki Bukit Olat Maras.

Beliau bercerita, bahwa saat itu kawasan Olat Maras lebih banyak batu dibandingkan pohon. Lebih banyak ternak dibandingkan manusia. Tak heran, ketika masyarakat melihat banyak pejabat masuk ke Olat Maras dengan kondisi jalan alakadarnya, mereka bertanya tanya. Apa bisa sebuah kampus berdiri dilahan seperti itu? Pemikiran pesimis dan nyinyir juga pernah muncul : itu adalah peletakan batu pertama dan terakhir. Memangnya mudah membuat kampus?

Rasanya pertanyaan tersebut sudah terjawab dengan sendirinya. Atas berkat rahmat Allah SWT, kampus ini telah bertransformasi. Mahasiswanya telah mencapai 5.000-an dengan 31 program studi. Dalam 4 tahun kedepan ditargetkan jumlah mahasiswanya 8-10 ribu. Mereka berasal bukan hanya dari berbagai wilayah Indonesia, tetapi kini dari luar negeri. Alumninya telah lebih dari 2000 orang. Mereka menyebar ke sepenjuru dunia.

Itulah kekuatan mimpi Dr. Zul yang ingin mewarnai tanah kelahirannya, Sumbawa melalui jalur pendidikan. Mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. Dampak ekonomi dari hadirnya kampus ini juga nyata dirasakan. Ada 400-an dosen dan staf yang mengabdi di kampus. Usaha penunjang seperi kantin, warung, kost dan percetakan di sekitar kampus mulai bermunculan. Dan banyak lagi dampak lainnya.

Nah sekarang, di depan mata akan ada perhelatan internasional MXGP yang akan diselenggarakan di Samota. Kalau ada yang protes, mengkritik, menolak itu kita anggap sebagai sebuah kewajaran. Bisa jadi mereka tidak paham atau kurang diajak bicara. Ini tentu menjadi pembelajaran para pihak yang terlibat, baik penyelenggara maupun pemerintah daerah untuk berbenah diri.

Apalagi pendanaan event ini tidak menggunakan pendanaan negara, tidak seperti MotoGP yang sukses dilaksanakan di Mandalika. Sehingga kunci kesuksesan dari perhelatan ini adalah gotong royong. Masing masing pihak memberikan kontribusinya sesuai kapasitas dan porsinya masing masing.
Sebagai entitas dalam ekosistem pembangunan, UTS secara aktif akan terus mendukung kesuksesan kegiatan ini baik dalam bentuk material maupun non-material. Potensi SDM dosen dan mahasiswa adalah kekuatan kampus. Selain itu fasilitas yang dimiliki berupa lahan, gedung, kendaraan, asrama bisa dimanfaatkan untuk mendukung MXGP Samota 2022. Itulah sekelumit hasil diskusi tadi malam bersama Wakil Bupati Sumbawa, Ibu Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd.