Rector Notes

Menumbuhkan Mental Pengusaha

Rector Notes No. 296

Pagi ini dalam perjalanan menuju kampus, saya sarapan dulu di Bubur Ayam Bang Dul 261, milik Rahmi dan Faqih. Suami-istri ini adalah lulusan Prodi Teknobiologi @universitasteknologisumbawa setahun lalu. Lokasi kedainya di dekat Masjid Nurul Huda, Sumbawa.

Buburnya enak, sesuai dengan selera saya. Harganya juga harga mahasiswa. Pengemasannya beda dari yang lain. Menggunakan daun pisang sebagai alasnya sehingga terlihat higienis-nya. Putri kami Ghania sering memesannya. Faqih yang bagian mengantarnya. Sementara Rahmi melayani pembeli di tempat.

Faqih dan Rahmi memutuskan menikah muda saat masih kuliah. Mereka telah dikaruniai satu anak. Harun namanya. Faqih berasal dari Depok, Jawa Barat, sedangkan Rahmi berasal dari Sumatera Barat. Mereka bertemu di UTS, satu kelas angkatan 2015.

Jika pembeli membludak, Faqih dan Rahmi sering memberdayakan adik adiknya di kampus untuk membantu mempersiapkan bahan dan mengantar pesanan pembeli. Mereka jadi dapat uang saku tambahan.

 

Menjadi wirausaha muda memang tidak boleh malu-malu. Jualan apa saja yang penting halal. Ini akan menumbuhkan mental sebagai seorang pengusaha. Saya percaya roda kehidupan terus berputar. Man jadda wajada. Siapa yang bersungguh sungguh ia akan mendapatkannya.

Sukses buat Faqih dan Rahmi!