Rector Notes

Semangat Haji Aho Tetap Bersama Kita

Rector Notes No.290

Awal bulan Juli lalu, saya diundang menghadiri acara kebudayaan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tentang integrasi lawas dalam kurikulum pendidikan. Lawas adalah sastra lisan Sumbawa yang terdiri dari 3 baris dalam satu bait, dimana satu kalimat tersusun atas 8 suku kata. Dalam sebuah lawas banyak makna yang tersirat maupun tersurat. Umumnya berupa nasihat dan ajakan kepada kebaikan.

Terus terang saya belum bisa/lancar berbahasa Sumbawa. Namun saya jatuh cinta dengan Lawas ketika pertama kali mendengarnya. Biasanya saya meminta kolega untuk mengartikan dalam bahasa Indonesia. Dari situ saya mengetahui bahwa lawas punya makna yang dalam.

Haji Aho adalah seorang maestro lawas yang dimiliki Sumbawa. Saya sendiri sudah dua kali diberikan lawas oleh beliau. Lawas yang pertama saya sangat hafal. Saya bawakan pada Olat Maras Moving Festival pertama. Beliau surprise saat itu. Dikiranya saya akan membaca. Kenyataannya saya ucapkan tanpa teks.

Saat menuju KSB, Haji Aho dan Ayahanda Aries Zulkarnain turut menemani saya. Saya yang jadi sopir, sementara Haji Aho berada di samping saya dan Ayahanda Aries duduk di kursi belakang. Perjalanan ke KSB kali itu sungguh sangat menyenangkan. Saya irit bicara, sekalinya bicara hanya mengajukan pertanyaan-pertanyaan saja. Karena saya tahu kedua orang yang bersama saya sarat akan ilmu dan pengalaman. Saya ingin banyak menguliknya.

 

Saya bertanya banyak hal. Salah satu pertanyaannya adalah mengapa Haji Aho masih mau kuliah di pascasarjana UTS. Jawaban beliau membuat saya masih mengingat jawabannya. Beliau ingin menginspirasi orang orang yang berada di dekatnya untuk terus belajar. Utlubul ilma minal mahdi ilal lahdi. Tuntutlah ilmu dari lahir sampai liang lahat. Belajar itu harus sepanjang hayat. Usia beliau saat itu hampir 70 thn.

Semua rencana Allah SWT memang selalu indah. Satu bulan berselang, beliau berpulang ke hadapan Rabb-nya. Di acara Yudisium Pascasarjana kemarin, Haji Aho mendapatkan Gelar Magister Manajemen Inovasi, yang diterima oleh putra dan istrinya. Tidak tanggung tanggung,predikat cumlaude (dengan pujian) disandangnya. Hati saya sedih campur bahagia 😭