Rektor Note

Kuliah Sambil Jualan Bakso, Anabil jadi Lulusan Terbaik

Rector Notes No. 287

Sekira awal awal pandemi, saya pertama kalinya bertemu dengan Anabil. Saat itu dia sedang menjajakan bakso dagangannya menggunakan sepeda motor. Sore itu, setelah menghadiri kajian ustadz dari Palestina saya memborong baksonya, dan membagikan kepada para dosen dan mahasiswa yang baru saja keluar dari acara.

Anabil @anabilalhaq berasal dari Cilegon, Banten. Tahun lalu ia menjabat sebagai Ketua BEM FIKOM. Sedari kecil, Anabil sudah terbiasa hidup mandiri. Misalnya ia pernah sekolah di Pondok Pesantren. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, ia tak malu malu melakukan apa saja asalkan halal. Salah satunya, ia menjajakan bakso menggunakan sepeda motor di kampus dan kampung sekitar.

Bakso dan motornya bukan milik Anabil, namun milik orang lain. Ia hanya bertugas menjual baksonya saja dan menyetorkan hasil penjualannya kepada bosnya. Anabil mendapatkan komisi dari keuntungan penjualannya. Selain bakso, ia juga pernah berjualan gorengan dan menawarkan jasa pembuatan konten digital, seperti undangan pernikahan dll.

 

Hari Minggu lalu, pada acara Yudisium Fakultas Ilmu Komunikasi @fikom.uts, Anabil dikukuhkan sebagai lulusan terbaik, bersama Sudirman. Saya bertanya kepadanya ingin menjadi apa pasca kelulusan? Ia menjawab bahwa dirinya ingin menjadi seorang pengusaha. Saat ini Anabil tengah menggeluti profesi sebagai seorang penyiar radio pada sebuah radio swasta di Sumbawa. Sehari hari ia melakukan siaran di radio tersebut mulai pagi, kadang hingga malam hari.

Saya menguatkan rencana hidupnya. Menjadi seorang pengusaha adalah hal mulia. Karena melalui perantaraannya, Allah SWT memberikan rezeki bagi orang lain. Dampaknya besar bagi diri dan orang banyak. Selamat untuk Anabil! Barakallah.

#utsmembumidanmendunia