Rector Notes

Mahasiswi asal Pamekasan Raih IPK Tertinggi di Fateta UTS

Rector Notes No. 285

Saya punya kesan sangat positif dengan Pamekasan, sebuah Kecamatan di Pulau Madura, Jawa Timur. Hal ini karena saat saya studi sarjana di UI, beberapa sahabat karib saya berasal dari daerah itu. Kesan saya terhadap mereka begitu dalam : hampir semuanya cerdas, performa kuliahnya sangat baik dan religius.

Kemarin saya mendapat kesan positif lainnya soal Pamekasan. Ana Rifda Salsabiela, mahasiswi asal daerah penghasil garam itu, ditetapkan sebagai peraih IP tertinggi pada acara Yudisium Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) UTS. IPK nya 3.81 dari prodi Teknologi Hasil Pertanian, yang dibimbing oleh Dekan Fateta Pak Chairul Anam.

Untuk skripsinya, Ana Rifda meneliti mengenai snack bar yang terbuat dari sorgum dan kacang mete lokal Sumbawa sebagai alternatif bahan pangan. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kombinasi sorgum dan kacang mete berpengaruh nyata terhadap kadar air, mutu fisik warna dan organoleptik snack bar. Perpaduan biji sorgum dan kacang mete mampu menghasilkan snack bar khas Sumbawa dengan mutu dan kualitas yang baik serta dapat diterima oleh masyarakat.

Seperti halnya Siti yang berasal dari Sumatera Utara, perjalanan Ana ke Sumbawa memberinya pengalaman yang menyenangkan. Ia juga pernah pulang “ngompreng” dari Sumbawa ke Pamekasan. Mendengar cerita perjalanannya bagi saya seperti mendengar petualangan backpaker di TV.

Selamat untuk Ana dan 31 mahasiswa Fateta UTS yang telah menyelesaikan suatu tahapan pendidikan sarjana di Kampus Elang Muda. Teruslah menjadi insan insan yang pandai bersyukur, bahwa dibalik kesuksesan yang kita raih, ada banyak doa dan dukungan orang orang disekitar kita. Terutama para orang tua yang tentu sangat bangga dan bahagia melihat putra putrinya berhasil.

 

Barakallahu fiikum!
 

#utsmembumidanmendunia