Rector Notes

Kembali Ke Tepal

Rector Notes No. 280

Bulan Mei lalu kami mengunjungi Tepal untuk acara penarikan mahasiswa yang telah menyelesaikan Program MERDEKA. Saat itu Pak Kades Ali Amrullah mengundang saya untuk menghadiri pernikahan putri terakhirnya setelah lebaran Haji. Waktu itu saya jawab, in syaa Allah saya agendakan.

Sabtu pagi, saya dan keluarga, ditemani sahabat kami Pak Sutarjon, Ustadzah Ika dan Ustadzah Sri bertolak menuju Tepal. Tak ketinggalan tim Trabas UTS, Pak Edy @zatriady, Mas Rahman, Mas @acuhdharmawan dan Mas Teguh turut menyertai dengan mengendarai motor trailnya masing masing. Kami berangkat dari Sumbawa pukul 9, lalu beristirahat sejenak dekat air terjun sambil menikmati spaghetti andalan bunda @diansilviaas.

Sekira pukul 12.30 kami pun sampai di desa di atas awan ini. Perjalanan kali ini jauh lebih cepat dibandingkan perjalanan sebelumnya, dimana jalanan saat itu masih dipenuhi kubangan lumpur. Kali ini jalanan sangat kering, ditambah dengan bertambah panjangnya jalan yang telah diaspal dan diperkeras setelah wilayah Punik menuju Tepal.

Saat itu saya bergumam, wah.. kita sudah 75 tahun merdeka, namun untuk memenuhi infrastruktur dasar yang menjadi hak rakyat seperti jalan saja belum bisa merata pembangunannya. Padahal bukan sedikit masyarakat yang tinggal disana. Ribuan orang jumlahnya. Beruntung kita memiliki Gubernur yang peduli terhadap kondisi tersebut. Dengan berbagai usahanya, sedikit demi sedikit pengaspalan dan perbaikan jalan terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Pada Sabtu malam kami bertemu dengan beberapa calon mahasiswa dan orang tua mahasiswa yang akan kuliah di UTS melalui program One Village Ten Engineers atau Satu Desa Sepuluh Insinyur. Sungguh membahagiakan melihat antusias dari para calon Elang Muda dari Tepal yang akan belajar ilmu keteknikan dan teknologi di kampus Olat Maras.

 

 

Pikiran saya melompat ke situasi 4 tahun kedepan. Membayangkan ketika ke-10 Elang Muda tersebut kembali ke kampung halamannya untuk bersama sama pemerintah desa mengelola dan memberdayakan segala potensi yang dimiliki desa. Setiap desa akan memiliki “pasukan elit” untuk membangun desanya.

#utsmembumidanmendunia