Rector Notes

Komunikasi itu Penting

Rector Notes No. 276 

Nemu foto jadul sewaktu SMP. Saat itu saya memelihara ayam kampung. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, saya menyiapkan pakannya yang terbuat dari dedak dan dimasak di kuali besar menggunakan kayu bakar. Kadang, jika dedak mahal, saya substitusi dengan ongok (ampas singkong) yang saya dapatkan dari sebuah pabrik pengolahan tapioka.


Saking tiap hari saya bercengkrama dengan mereka, saya jadi paham semua karakter ayam satu per satu. Setiap ayam saya berinama. Nah, ada satu ayam yang paling jago. Di foto ini dia yang paling kanan. Warnanya merah dan gagah. Semua ayam pejantan tunduk padanya. Satu sifatnya yang unik yaitu ketika ada orang yang mendekat, selalu dikejar dan dihajarnya. Seperti dalam video pada slide kedua. Tidak peduli siapapun. Bahkan adik-adik dan kakak saya juga pernah dihajarnya. Kecuali saya. Mungkin dia tahu siapa tuannya.

Pelajaran yang saya ambil adalah bahwa kita perlu membangun komunikasi dengan hewan atau tanaman peliharaan kita. Setiap memberi makan, saya selalu menyapa mereka : selamat makan, makan banyak ya biar cepat besar dsb. Entah mereka mengerti atau tidak bahasa kita, wallahu a’lam.

Saya meyakini bahwa jika kita merawat mereka dengan baik, mereka juga akan memberikan yang terbaik untuk kita. Hewan peliharaan akan tumbuh sehat. Tanaman akan memberikan buah/biji/bunga/daun terbaiknya. Tentu harus kita sadari bahwa itu semua itu atas izin dan pertolongan dari Allah SWT.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup yang mendesak dan keperluan biaya berobat alm. Ayahanda saat itu membuat saya harus menjual ayam ayam tersebut. Berat rasanya harus “berpisah” dengan mereka, namun sangat bahagia bisa sedikit membantu meringankan beban keluarga. Melihat video ini saya jadi mengingat ke masa masa itu