Rector Notes

Baterai Kapal Selam

Rector Notes No. 252

Sebuah kapal selam bergerak dengan menggunakan tenaga listrik yang dipasok dari rangkaian baterai. Pada kapal selam Nanggala 402, baterai yang digunakan adalah tipe lead acid/asam timbal. Satu sel baterai asam timbal yang terdiri dari anoda, katoda, dan elektrolit/separator menghasilkan tegangan kurang lebih 2 Volt.

Baterai asam timbal adalah jenis baterai yang telah lama digunakan. Dari yang awalnya menggunakan elektrolit cair, saat ini teknologinya telah berkembang dengan menggunakan material absorbed glass mat (AGM) dan juga tipe gel. Karena dalam proses pengisian (charging) dan pelepasan (discharhing) menghasilkan reaksi samping yang menimbulkan terbentuknya gas hidrogen, pada teknologi terbaru baterai jenis asam timbal ditambahkan sistem katup yang diatur berbasis tekanan untuk mengeluarkan gas tersebut (valve regulated).

Berat satu sel kapal selam berkisar 500-950 kg.
Kapal selam Nanggala 402 memiliki 480 buah baterai. Bobot yang berat ini juga diperlukan oleh sebuah kapal selam, agar bila menyelam dan melayang di dalam air dengan menggunakan prinsip archimedes. Kapasitas satu buah sel baterai kapal selam sangat tinggi. Kapal selam Kelas Ohio milik Amerika Serikat memiliki kapasitas 10,000 Ah. Dengan tegangan 2 V, maka satu sel baterai kapal selam ini mampu menyimpan energi sebanyak 20,000 Wh. Total energi yang disimpan oleh kapal selam tersebut mencapai 2.6 MWh. Massa baterai kapal selam menyumbang seperempat dari bobot kapal.

Untuk Kapal Selam Nanggala 402, pengisian baterai menggunakan mesin diesel ketika muncul ke permukaan. Ini karena mesin diesel memerlukan oksigen untuk proses kerjanya. Disamping itu, gas buangnya juga perlu dirilis ke udara. Oksigen itulah yang diserap dari permukaan laut saat pengisian baterai.

Baterai lead acid termasuk baterai yang robust (kuat). Namun baterai ini tidak dapat didischarge hingga seluruh energinya habis. Depth of discharge (DoD) nya direkomendasikan maksimal 70-80% saja. Jika melebihi dari nilai tersebut, maka waktu hidup (life cycle) dari baterai tersebut akan menurun drastis. Maka rekomendasi DoD yang baik adalah sekitar 50%.

#utsmembumidanmendunia