News

UTS dan Yayasan Kebon Sepatu Inisiasi Sekolah Perkapalan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – UTS telah melaksanakan penandatanganan MoU dengan Yayasan Kebon Sepatu. Sebuah badan amal yang dibentuk oleh Ir. Bart Draijer dan Akke de Jong asal Belanda yang memiliki visi menjembatani masyarakat dari ketergantungan dan keterbatasan untuk tumbuh mandiri dalam berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, sosial, budaya, akademik dan ekonomi.

Saat ini, salah satu projek utama yang digadang adalah Sekolah Perkapalan bagi siswa usia 15-18 tahun. Dimana UTS dipilih sebagai salah satu tempat sekolah swadaya ini akan dikerjakan.

Langkah awal diwujudkannya agenda ini dengan adanya MoU antara UTS dan Yayasan Kebon Sepatu. Ditandatangani Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D dengan Pendiri Yayasan Kebon Sepatu Ir. Bart Draijer (Commissioner – Head of Research, Design & Build) dan Akke De Jong. Turut hadir dalam kegiatan ini para Kepala Sekolah dari SMKN 1 Alas, SMKN 1 Tarano, dan SMKN 1 Plampang.  Dimana sekolah kejuruan tersebut memiliki koor bidang kelautan dan pelayaran. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman 200 pohon Bambu Gua Dua di sekitar kawasan UTS.

Bentuk komitmen dari kedua belah pihak tersebut menginisiasi kolaborasi di bidang perkapalan berbasis sustainability (berkelanjutan). Direncanakan  penggunaan bahan ramah lingkungan yaitu Bambu Gua Dua untuk badan kapal. Untuk itulah pihak UTS, Yayasan Kebon Sepatu melakukan penanaman bambu tersebut dilingkungan UTS. “Kedepan, pembuatan kapal ramah lingkungan ini akan menjadi pusat pelatihan, penelitian dan pengajaran bukan hanya untuk sivitas akademika UTS tetapi juga siswa/siswi SMK terkait yang ada di Kabupaten Sumbawa. MoU dan penanaman bambu ini adalah langkah awal untuk memperluas jaringan kolaborasi tidak hanya dengan Yayasan Kebon Sepatu tapi juga kolaborasi UTS-Indonesia dengan Eropa (unit terkait). UTS berkomitmen untuk mengimplementasikan rencana-rencana yang telah disepakati oleh kedua pihak,”tutur Chairul Hudaya.

Sumber:suarantb.com