Rector Notes

Master Plan UTS hingga 2024

Rector Notes No.49  

Meski saya bukan lulusan Teknik Sipil, namun saya suka membangun. Termasuk membangun keluarga, selepas lulus kuliah di usia belum genap 23 tahun.. hehe

Tentu, bukan membangun seperti itu yang dimaksud. Namun membangun bangunan secara fisik. Kalau melihat bangunan tinggi dengan arsitektur indah saya selalu berdecak kagum. Hebat nian orang Teknik Sipil dan Arsitektur ini. Tanpa peranan mereka, tidak mungkin ada pembangunan di dunia ini.


Maka ketika saya diamanahi sebagai Rektor, orang pertama yang saya cari adalah orang yang berlatar belakang Teknik Sipil. Mengapa? Karena saya mau membangun gedung gedung baru di kampus ini. .
Qadarullah, saya dipertemukan dengan kakak ini. Dialah PakĀ @deykayantizatriady. Kemampuan dan pengalamannya sudah sama dengan para professor, meski ia baru bergelar sarjana saja. Lulusan sebuah kampus di Malang.

Pak Edy saya tugasi misi khusus, yaitu membuat Master Plan kampus hingga 2024. Sebelumnya ia saya lantik menjadi Direktur Perencanaan dan Pengembangan Universitas, dibawah WR 4. Saya tidak mau berlama lama. Saya beri waktu 1 bulan saja. Minggu lalu visualisasinya sudah nampak. Sebuah maket kampus di kaki Bukit Olat Maras selesai dibuatnya sendiri. Benar benar sendiri. Lalu selesai pula buku Master Plan 2024.

Dokumen ini yang kita buat pertama kali dan merupakan bagian dari Rencana Strategis (Renstra) kampus. Dokumen tersebut sangat penting artinya. Karena definisi bertumbuh adalah manakala kita semua bisa merealisasikan rencana rencana yang telah dibuat. Bahkan dengan target yang mestinya melebihi nilai yang ditentukan.

Melalui dokumen itu akan kita evaluasi hal hal yang belum berjalan dengan optimal. Untuk diperbaiki di kemudian hari. Inilah prinsip management yang terkenal dengan POAC. Planning, Organizing, Actuating and Controlling, yang dipopulerkan oleh George R. Terry.

Melalui visualisasi maket ini, saya menjadi lebih mudah menunjuk-nunjuk lokasi tempat pembangunan gedung kuliah baru. Integrated laboratory yang menjadi laboratorium multidisiplin akan juga segera dibangun. Terima kasih Prof. Edy. Mulai semester depan saya dukung Pak Edy untuk studi magister dan kalau bisa langsung doktor.