Rector Notes

Lab Teknik Mesin

Rector Notes No. 242

Saya sering kagum akan kekompakan para mahasiswa Teknik Mesin di universitas manapun. Slogan atau motonya dimana mana sama, Solidarity M 

Forever. Sewaktu wisuda (saat belum covid), saya terpesona ketika mereka mengarak kakak kelasnya yang diwisuda. Bikin rusuh dan ribut, tapi seru! Begitulah mahasiswa, sayapun pernah merasakannya.

Meski kesannya “menyeramkan” karena para mahasiswanya banyak yang berambut gondrong, tapi saya yakin hatinya baik. Saya sering melihat mereka shalat jamaah di masjid kampus. Lika liku pengalaman sebagai mahasiswa memang selalu membekas. Pembentukan dan penguatan karakter diri akan terjadi saat itu.

Program studi Teknik Mesin belum memiliki laboratorium tetap. Maka, kami merenovasi ruangan dimana biasa mereka berkumpul. Dahulu ruangan ini adalah sebuah kedai atau warung makan. Meski tidak semewah lab di universitas ternama, saya sangat berharap kegiatan pengajaran dan penelitian dapat dilakukan pada workshop ini.

Di kampus ini terpatri mindset : memang gedung kita tidak mewah, fasilitas kita terbatas, namun pola pikir dan semangat kita yang harus mewah. Alhamdulillah, di usia ke 8 tahun ini kita masuk peringkat Top 10% universitas terbaik di Indonesia versi Kemendikbud RI 2020.

Kedepan, workshop ini bisa menjadi bengkel tempat service rutin kendaraan bermotor para dosen, staf dan mahasiswa UTS. Selain sebagai tempat praktik bagi para mahasiswa, juga dapat menjadi pundi pundi bagi pengembangan Prodi Teknik Mesin.

Maju dan jaya selalu Teknik Mesin UTS!

#utsmembumidanmendunia