Rector Notes

Bermula dari Lab

Rector Notes No. 228

Jika ditotal, saya tinggal di Seoul, Korea Selatan selama 7 tahun. Dua tahun magister dan lima tahun studi doktoral. Dari jumlah waktu tersebut, hari hari saya banyak diluangkan di laboratorium. Nuclear Safety Analysis Lab di SNU 

dan Advanced Energy Materials Processing Lab di KIST. Di KIST, saya banyak melakukan percobaan untuk menganalisis fenomena atau karakteristik material yang digunakan sebagai material penyimpanan energi yang memiliki performa baik. Karena sudah menjadi makanan sehari-hari, maka saya memahami bahwa laboratorium adalah fasilitas yang penting bagi sebuah kampus.

Beberapa minggu terakhir ini, saya banyak habiskan waktu di lab. Membongkar alat alat yang tidak dipakai hasil hibah. Membersihkan laporan laporan praktikum yang tidak diperlukan. Saya sangat paham karakteristiknya. Setiap mahasiswa yang telah melakukan praktikum biasanya meninggalkan jejak. Barang barang habis skripsinya, misalnya sering menjadi barang yang mengonggok yang mengakibatkan lab menjadi kotor dan penuh dengan barang barang. Tidak ada yang berani memindahkan atau membuangnya. Ada juga barang barang dari dosen yang sudah keluar atau sedang studi, yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan.

Sebenarnya laboratorium untuk keperluan pengajaran itu tidak perlu yang canggih canggih amat. Tak perlu beli alat yang ratusan juta atau milyaran, selain memang karena uangnya tidak ada. Selain butuh perawatan yang mahal, juga kalau terjadi kerusakan maka kita akan ketergantungan dengan pihak ketiga.

Maka saya sangat mengapresiasi terhadap Kaprodi yang melakukan terobosan. Misalnya saya lihat dari Pak Indra, Kaprodi Teknik Elektro. Dia membuat modul modul praktikum sederhana dari peralatan sederhana. Tak sampai belasan juta, namun esensi dari pelajaran yang diberikan tercapai. Mahasiswa menjadi paham akan teori yang diajarkan di kelas dan dalam dunia praktik.

Lab Fateta, Lab Bioteknologi, Lab Komputer untuk Teknik Informatika dan FEB, Lab Multimedia Fikom dan Lab Psikologi sedang kita siapkan. Disanalah nanti pada dosen dan mahasiswa kita akan banyak menghabiskan waktu belajarnya untuk memberi kontribusi keilmuan bagi kemaslahatan semesta.