Rector Notes

Kuliah sambil Bekerja

Rector Notes No. 226

Sebelum berangkat ke Sumbawa, saya sowan ke beberapa senior di kampus UI untuk meminta wejangan, selain memohon doa restu. Dalam setiap diskusi tersebut, saya selalu mengajukan pertanyaan kepada mereka yang sudah 

makan asam garam di dunia perguruan tinggi. Bagaimana cara menjadikan sebuah universitas, khususnya PTS maju dan berkembang. Jawaban mereka hampir serempak, tingkatkan kualitas SDM nya! Baik dosen maupun tenaga kependidikan (tendik).

Bagi saya, tendik ini memiliki peranan yang sama pentingnya dengan dosen dalam memajukan kampus. Tanpa mereka, mustahil pencapaian pencapaian kampus ini bisa terealisasi.

Suatu ketika, ada tendik di tempat saya mengabdi sebagai dosen, di Departemen Teknik Elektro UI yang mendapatkan beasiswa dari rektor UI saat itu (kalau tidak salah Prof. Asman Boedisantoso) untuk meneruskan kuliah sarjana di FISIP UI. Saya perhatikan memang agak “beda” antara ia dengan pegawai seangkatannya yang tidak melanjutkan kuliah. Paling tidak terlihat dari pola pikir dan profesionalismenya dalam bekerja. Ia begitu mengingat budi baik rektor UI saat itu yang memberikan kesempatannya kuliah dengan beasiswa.

Cerita itu masih terngiang-ngiang di telinga saya sampai kini. Atas inspirasi itu, mulai semester lalu, kami memberikan beasiswa full kepada 5 tendik kami untuk mengikuti kuliah program sarjana dan 10 pegawai untuk kuliah program pascasarjana di Kampus Elang Muda. Supaya tidak asal-asalan kuliah, kami menerapkan syarat yang cukup “berat” dimana mereka harus mendapatkan IP diatas 3 dengan kelulusan tepat waktu atau bahkan lebih cepat.

Hari ini saya bertemu dengan Bi Novi, salah satu penerima beasiswa yang bertugas sebagai cleaning service. Saya tanya IP nya berapa dan dijawab 3,5. Ahh.. alangkah senangnya hati ini mendengar jawabannya. Saya yakin ketika lulus nanti karir Bi Novi bisa lebih cemerlang, seiring dengan perkembangan kampus ini.

Semangat selalu Bi!

#utsmembumidanmendunia