News

Penarikan dan EXPO Program Merdeka UTS

Penarikan dan EXPO Program Merdeka UTS telah sukses dilaksanakan pada Sabtu, 23/01/2021 bertempat di Sumbawa Grand Hotel pukul 09.00-13.00 WITA. Program Merdeka UTS running sejak 23 September 2020, dan selama 1 semester program tersebut telah dijalankan oleh para mahasiswa di 19 Desa Binaan UTS.

Penarikan mahasiswa Progam Merdeka tersebut dirangkaikan dengan EXPO dan Launching Produk hasil karya para mahasiswa selama menjalankan 

pengabdian di Desa. Sebanyak 75 produk di hasilkan dengan memanfaatkan potensi masing-masing desa. Produk-produk tersebut terdiri dari produk makanan, produk kesehatan, pupuk, skincare tradisional, paving blok dari sampah, budidaya perikanan, alat pertanian, komestik dan cendera mata.

Acara yang diselenggarakan oleh Tim Wakil Rektor III Bidang Riset dan Inovasi UTS tersebut, diinisiasi oleh Tim Inisiator Program Merdeka yang terdiri dari DPRD Kabupaten Sumbawa, BAPPEDA Kabupaten Sumbawa, dan DPMD Kabupaten Sumbawa. Di hadiri oleh para Kepala Desa, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), sivitas akademika UTS, dan tentunya para Elang Muda kebanggaan UTS peserta Program Merdeka. Tentunya pelaksanaan kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Bidang Ekonomi BAPPEDA Sumbawa Dr. Dedy Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi untuk para mahasiswa yang telah bekerja menjalankan program merdeka dengan sepenuh hati, serta kepala desa yang telah mendukung dan menerima program ini. Program merdeka adalah sumbangsih dalam membangun daerah.

“Berjalannya Program Merdeka ini merupakan inisiator pengembangan desa yang nyata. Program ini menjadi eksperimen yg menarik, saya banyak mendapat testimoni dari Kades yang kami kunjungi, bahwa program ini memberi dampak nyata dan perkembangan di Desa. Selamat kepada UTS yang telah berhasil merangkul para kepala desa, dan bersinergi dengan stakeholder pembangunan lainnya untuk aktif mensukseskan program yang keseluruhannya untuk kemajuan desa dan daerah tentunya.” Tutur Dedy.

Program merdeka diharapkan terus berlanjut, dimana salah satu kuncinya yakni mengaktifkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sebagai kekuatan perekonomian desa.

sumber:@universitasteknologisumbawaa