Rector Notes

Makan Basamo atau Bakela

Rector Notes No. 185

Di Sumbawa, acara makan basamo dengan teman teman sejawat disebut dengan Bakela. Rabu sore setelah pulang dari kampus saya diajak Bakela oleh teman teman di kediaman Pak Tomy, dosen Fateta @universitasteknologisumbawa yang lokasinya dekat dengan kampus. Menunya utamanya ikan bakar. Ada ikan kakap merah, ikan kerapu dan ikan ketamak.


Pak Eka, kaprodi Akuntansi yang jadi main chefnya. Sebelum dibakar, ikan dibalur dengan bumbu kecap, saus, cabe dan rempah rempah. Aidaa, maknyus rasanya. Ikan jadi tidak terasa amis. Saya memang pecinta ikan. Sampai habis tiga ekor saat makan lalu hehe

Nah, yang membuat makan lebih nikmat, saya membawa serta masin, sejenis sambal hasil ramuan peneliti terbaik UTS, Pak Andi Baso Manguntungi. Masin terbuat dari cabai yang didalamnya ada kandungan udang dan bakteri. Tentu bakterinya adalah bakteri yang menguntungkan bagi tubuh. Masin rasanya sedikit asin. Namun asinnya bukan karena banyak kandungan garam. Tetapi karena reaksi kimia dari bakteri probiotik (bakteri menguntungkan). Sehingga masin cocok untuk pengidap darah tinggi supaya ga mudah “koro”. Ini istilah bahasa Sumbawa yang baru saya ketahui hehe

Selain makanannya yang enak, sebenarnya yang paling utama membuat makan nikmat adalah karena makan saat lapar. Apalagi makan bersama dengan para sahabat. Ini bisa memperkuat persaudaraan antar sesama, sehingga apapun masalah dan tantangan kedepan akan dapat dilalui dengan mudah.

Bakela nampaknya akan menjadi tradisi dalam kampus ini. Terima kasih Pak Tomy dkk atas jamuannya!

#utsmembumidanmendunia
#kampusmerdekauts