Rector Notes

program GAS (Global Ambassador Scholarship)

Rector Notes No. 99

Alhamdulillah tak terasa sudah 99 kali saya menulis Rector Notes (RN). Pada RN kali ini saya ingin mengupas sebuah program yang kami beri nama UTS GAS (Global Ambassador Scholarship).

UTS GAS adalah program beasiswa penuh (full funded scholarship) yang diberikan oleh @universitasteknologisumbawa kepada mahasiswa asing 

(foreign student) yang ingin melanjutkan pendidikan S1 dan S2 pada 15 program studi yang ada di UTS. Beasiswa ini mencakup tiket PP dari negara asal, uang saku, asrama (shared room) dan uang kuliah (tuition fee).

Alhamdulillah, meski promosi dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, hingga RN ini ditulis, telah ada mahasiswa yang mendaftar dari Argentina, Zimbabwe, Iran, Belarusia, Zambia, Madagascar, Liberia, Honduras dan Ghana. Ini berkat kerja keras dari Direktur Kerjasama Luar Negeri/Kepala International Office @utsinternational kami, Mas Eri Sofiatry dan Mba Dida untuk menterjemahkan tugas yang kami berikan dalam waktu yang cepat. Two-thumb up!

Jika biasanya kita yang berkuliah ke Luar Negeri (LN), maka sudah saatnya sekarang orang LN yang kuliah di tempat kita. Perubahan mindset ini yang perlu kita bangun. Kita perlu meyakini bahwa kita memiliki potensi dan kekuatan besar. Misalnya, banyak dosen dosen kita yang merupakan lulusan LN. Dimana mereka ketika menyelesaikan kuliahnya dapat berprestasi dan bersaing dengan mahasiswa dari negara lainnya. Banyak juga dosen kita yang lulusan kampus Dalam Negeri, namun produktif dalam tridarma perguruan tingginya. Kita jangan hanya terpaku pada kekurangan kekurangan yang ada. Setiap kekurangan pasti selalu ada. Step-by-step kita terus perbaiki.

Dengan adanya mahasiswa asing di UTS, mari kita songsong dengan riang gembira peradaban baru di lembah bukit Olat Maras. Jika UTS telah memiliki brand motor listrik NgebUTS. Maka untuk NgebUTS, kita perlu NgeGAS. Mohon doa restunya, gas eh gaes 

#utsmembumidanmenduni