Rector Notes

kisah sejarah di Olat Maras

Rector Notes No. 89

Beberapa waktu lalu saya membaca kisah sejarah bahwa di kawasan Bukit Olat Maras, dimana UTS berdiri, ada sebuah kerajaan berdiri, yang bernama Kerajaan Perumpak. Kerajaan ini berdiri sebelum lahirnya Kerajaan Sumbawa 

yang lahir pada awal abad ke 17. Konon kerajaan ini didirikan oleh seorang ulama yang telah membuat insyaf para perumpak (perompak). Dahulu kala, perompak asal Sumbawa memang sangat ditakuti oleh para pelaut dari Eropa.
.
Sejarah adalah perulangan waktu. Tak dinyana, mulai tahun 2012 di kawasan ini lahir sebuah peradaban baru melalui sentuhan tangan Pak Gubernur Dr. @zulkieflimansyah. Empat institusi pendidikan berdiri yaitu UTS, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Akademi Olat Maras dan Pondok Pesantren dan SMK Alkahfi.
.
Memang kehadiran sebuah institusi pendidikan bahkan di sebuah hutan belantara sekalipun akan membawa kemajuan bagi wilayah tersebut. Mahasiswa UTS yang datang dari berbagai penjuru Indonesia menambah kaya budaya di wilayah ini. Alumni UTS telah berkiprah di berbagai bidang. Banyak juga yang telah melanjutkan kuliah ke luar negeri.
.
Dalam membangun kawasan ini, kami sangat concern dengan kelestarian alam di sekitar kampus. Binatang binatang seperti monyet, ular dan burung masih banyak dijumpai. Di kampus UTS, tidak diperbolehkan untuk berburu. Danau danau di sekitar kampus ditata dan dibuat indah. Berbagai jenis pohon yang rindang terus ditanami. Kehadiran UTS harus dapat bermanfaat bagi semesta alam.
.
Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya akan datang ke kampus ini. Bertemu dengan para dosen dan Elang Muda dari seluruh wilayah Indonesia. Tidak ada sesuatu yang kebetulan. Semua sudah diatur dan digerakkan oleh Dzat Yang Maha Agung, Allah SWT.
.
Foto : Mengejar Matahari Pagi, Diatas Bukit Olat Maras

#utsmembumidanmendunia