Rector Notes

Kampus adalah rumah kedua

Rector Notes No. 56

Kita pasti punya orang yang bisa diteladani dalam kehidupan sehari hari. Karena profesi saya sebagai dosen yang banyak menghabiskan waktu 8-10 jam di kampus, maka membuat kampus menjadi rumah kedua bagi saya.

Sebagai dosen junior, tentu kita punya senior yang lebih dahulu bergabung. Saat awal awal bergabung dengan Teknik Elektro UI tahun 2009 untuk bidangĀ 

peminatan Tenaga Listrik dan Energi, saya banyak sekali dibantu oleh Prof. Iwa Garniwa (E81). Prof. Iwa @garniwaiwa telah memberi banyak keteladanan dalam berbagai hal bagi saya dan para dosen muda lainnya. Baik soal akademik maupun non-akademik. Sebagai dosen pemula tentu sangat senang jika ada dosen senior yang mau membimbing dan mengayomi. Karena sama sama orang Sunda, kami punya sifat yang hampir sama. Suka humor. Apalagi jika berkumpul dengan senior saya Dr. Budi Sudiarto (E97) yang juga urang Sunda.

Sekarang untuk sementara waktu kami terpisah jarak. Masing masing mengabdi untuk negeri dalam upaya ikut serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Prof. Iwa lebih dahulu diangkat sebagai Rektor STT PLN pada bulan Mei 2019. Dalam waktu yang singkat, dibawah kepemimpinannya, STT PLN telah berkembang, maju dan berubah menjadi Institut Teknologi (IT) PLN. Cita cita beliau agar IT PLN kedepan bisa menjadi sebuah Universitas. Sepertihalnya Universitas Pertamina dan Telkom University.

Setiap hari Jumat kami biasanya rutin naik sepeda bersama. Mengelilingi kampus sambil diskusi perkembangan riset dan kegiatan project dengan industri. Nasib seseorang hanya Allah yang tahu. Tak disangka 9 bulan kemudian saya mengikuti jejak beliau untuk memimpin sebuah kampus yang dijuluki sebagai Kampus Elang. Kebaikan dan teladan yang telah Prof. Iwa berikan selalu akan saya kenang dan saya aplikasikan di kampus ini. Karena saya percaya bahwa setiap kebaikan hanya akan dibalas dengan kebaikan. Hal jazaaul ihsaan illal ihsan (QS Arrahman 60). Dan kebaikan itu akan menular.