Rector Notes

Selamat Bergabung

Rector Notes No. 40

Tahun 2007 bulan Februari, tepat seminggu setelah melangsungkan ijab kabul, saya menginjakkan kaki pertama kali di kota Incheon, Korea Selatan. Untuk 

┬ásementara waktu saya mesti meninggalkan istri tercinta di rumah mertua di Baso – Sumbar, karena mendapatkan beasiswa studi magister di Seoul National University.

Saat studi magister itulah saya berkenalan dengan seorang lulusan ITB yang sedang mengambil program doktor di KAIST untuk bidang multimedia. Dialah Dr. Houari Sabirin.

Saya memanggilnya Uda, karena ada darah Minangkabaunya. Kadang saya panggil Kang juga, karena beliau fasih juga berbahasa Sunda.

Saat Dr. Houari menyelesaikan program doktornya, beliau banyak dikirim ke beberapa negara sebagai perwakilan pemerintah Korea dalam forum forum dunia yang membahas standarisasi bidang multimedia.

Selepas dari Korea, Dr. Houari bekerja di perusahaan IT di Jepang. Risetnya difokuskan pada pengembangan pendeteksian dan pengenalan objek berbasis pemrosesan citra digital untuk diaplikasikan pada sistem informasi pertanian dan pengindra jarak jauh.

Contoh aplikasi yang real diantaranya (1) untuk menghitung jumlah tanaman kubis dalam sebuah ladang dan mengkategorikan kualitasnya dari kondisi daun dari masing-masing tanaman, (2) untuk mendeteksi tanaman pengganggu (hama) di sawah padi untuk menentukan seberapa banyak pestisida harus disemprotkan di sawah, (3) mendeteksi dan menganalisa distribusi bebatuan di sungai untuk menentukan kebijakan pengendalian banjir di daerah sungai dan (4) menghitung dan menganalisis kualitas butiran beras dalam cawan.

Dr. Houari memiliki cita cita mulia, yaitu ingin menjadi seorang guru. Ia ingin hidup damai, tenteram di desa sembari membagikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. .
Dengan kepakaran yang dimilikinya pada bidang multimedia, Dr. Houari siap memperkuat UTS untuk program studi Teknik Elektro dan Teknik Informatika.