News

Behind the Story ‘2M’

SUMBAWA- Sejak hari Minggu kemarin, Ir. Chairul Hudaya, ST., M.Eng., Ph.D., IPM resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS. Hudaya menggantikan Dr.Andy Tirta yang telah menjabat selama empat tahun terakhir. Siapakah ilmuwan muda ini yang telah berhasil diboyong oleh Dr.Zulkieflimansyah meninggalkan megahnya Jakarta, untuk menyepi di bawah kaki olat maras Sumbawa, menjadi Rektor UTS ini?

Disadur dari blog pribadinya, Hudaya lahir di Provinsi Lampung, Pulau Sumatera, Indonesia. Ia memperoleh gelar sarjana di Jurusan Teknik Elektro, UI pada Juli 2006. Ia menerima beasiswa yang dibiayai oleh Pemerintah Korea di bawah Program Beasiswa Pascasarjana untuk Mahasiswa Asing (GSFS) yang unggul di Departemen Teknik Sistem Energi, Seoul National University, Korea.

Dia memfokuskan minat penelitian pada Analisis Keselamatan Nuklir dan menyelesaikan program pada Februari 2009. Pada Agustus 2009, dia memulai karirnya sebagai dosen di Departemen Teknik Elektro. Ia menerima Penghargaan Dosen Terfavorit dari Asosiasi Mahasiswa (IME) pada 2010. Pada Maret 2011, ia bergabung dengan gelar doktoral di Departemen Energi dan Teknik Lingkungan, kampus Universitas Sains dan Teknologi (UST) kampus Korea Institute of Science and Technology (KIST).

Dia mencurahkan penelitiannya pada bahan-bahan yang berhubungan dengan energi termasuk tetapi tidak terbatas pada bahan anoda dan katoda untuk baterai lithium-ion, jendela pintar dan pemanas transparan. Karena penelitiannya yang produktif, ia dihormati banyak penghargaan termasuk penghargaan dari Walikota Kota Daejeon, Korea, Presiden KIST dan Presiden UST.

Pada Februari 2016, ia kembali ke Universitas Indonesia. Dia langsung ditunjuk oleh Dekan Fakultas Teknik sebagai Staf Khusus untuk Publikasi di bawah Dekan Asosiasi untuk Penelitian dan Keterlibatan Masyarakat. Selama sekitar 1 tahun, ia mengabdikan diri untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi jurnal internasional untuk mahasiswa pascasarjana dan dosen.

Pada Januari 2017, ia dipromosikan sebagai Asisten Profesor (Lektor) di Departemen Teknik Elektro UI. Pada April 2017, ia dan muridnya Fadolly Ardin menerima Hadiah Pertama dari Pertamina Idegila Energy Competition untuk kategori Ide Bisnis Inovatif. Pada Mei 2017 Dr. Hudaya dianugerahi Penghargaan Pertama sebagai Dosen Berprestasi di Universitas Indonesia, mewakili UI untuk kompetisi tingkat nasional.

Dalam sambutan perkenalannya saat sertijab hari Minggu kemarin, Hudaya mengaku sudah kenal lama dengan Dr.Andy Tirta, Rektor UTS yang digantikannya. Bahkan sejak kuliah. Dia mengaku “dijerumuskan” oleh Andy Tirta ke Sumbawa. Sampai di Sumbawa, dia mendapat sambutan luar biasa. Dia terkesan melihat keramah tamahan orang Sumbawa.

Chairul mengatakan, dia tidak punya visi khusus sebagai rektor. Karena visi dari pendiri UTS sangat luar biasa. Adapun visi pendirinya adalah membuat UTS sebagai tempat belajar yang nyaman dan menyenangkan. Untuk tumbuh utuh menjadi manusia dan bermanfaat bagi alam semesta. “Dari Bang Zul sudah membuat visi itu. Dan akan terus saya jalankan,” kata Chairul.

Namun, dia memiliki jargon untuk mendukung visi dan misi itu, yakni 2 M. Yaitu “membumi” dan “mendunia”. “Membumi” dalam artian, untuk membuat UTS dirasakan manfaatnya bagi masyarakat setempat. Seperti membuat tekhnologi yang memudahkan masyarakat.

“Mendunia”, dia membayangkan tempat ini menjadi pusat peradaban di Sumbawa. Juga menjadi pusat perekonomian. Dia yakin, bahwa daerah ini akan berkembang. Sebab, di sini ada universitas. Mengingat perkembangan suatu daerah akan menjadi pesat, jika memiliki universitas. Untuk mewujudkan itu, semua komponen
Selain itu, dia juga bertekad, UTS harus ambil bagian dalam event Moto GP tahun depan. Salah satunya, adalah akan merealisasikan pembuatan motor listrik. Karya dari dosen dan mahasiswa UTS. Janji ini tentu akan ditepati. Karena itu, dia meminta dukungan semua civitas akademika UTS, agar memajukan kampus itu. Sehingga UTS bisa menjadi “membumi” dan “mendunia”. (fajar/run)

Sumber berita : radarsumbawa.id